SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Selasa, 19 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


15.04.2008 14:50:52 888x dibaca.
ARTIKEL
BELAJAR DARI SEBUAH KECELAKAAN

Belajar dari Sebuah Kecelakaan Siang itu udara kota Klaten begitu panas menyengat. Rasa lelah dan capek setelah seharian mengajar membuat aku ingin segera merebahkan diri untuk tidur dan istirahat. Namun entah mengapa ,meski badan ini sudah begitu penat, tetap saja mataku tak mau juga kupejamkan. Bayangan keponakanku yang lucu dan lincah yang beberapa bulan sebelumnya dipanggil Tuhan terasa begitu mengganggu pikiranku. Rasa rindu yang sangat besar kepada Ega ( begitu biasa keponakanku dipanggil ) membuat rasa jengkel dan marahku memuncak.

Saat itu aku berpikir betapa kejam dan tidak pedulinya Tuhan kepadaku dan keluargaku. Dendam dan amarahku padaNya yang kupelihara subur sejak kepergian Ega siang itu bertambah mekar. Kalau aku hitung-hitung, hari itu adalah minggu ketiga sejak Ega pergi. Dan sudah tiga minggu pula aku tak pernah lagi datang menghadapNya dalam misa mingguan. Misa harian yang biasanya aku ikuti setiap hari, praktis sudah tiga mingu pula aku tinggalkan. Kecewa , murung, dan sedih menjadi santapanku sehari-hari menggantikan kebiasaanku mengikuti misa harian. Sering dalam kesendirian aku berteriak protes kepada Tuhan, “ Tuhan, Engkau bersabda jikalau aku mengetuk pintu, maka Engkau akanmembukakan, jika aku berdoa Engkau akan mendengarkan, tapi dimana Engkau berada di saat aku mengetuk pintuMu? Sedang sibukkah Engkau di saat aku berdoa ?” protesku kepadaNya yang sering kuulang-ulang hampir setiap detik.

Kekecewaan dan kesediahan yang begitu dalam itu membuatku benar-benar dendam kepadaNya. “Mas, tolong antar aku ke terminal !” kudengar suara christin, keponakanmu dari balik kamar. Meskipun dia keponakanku, dia dan semua keponakanku yang lain biasa memanggilku dengan sebutan Mas. Dengan rasa berat, aku bangun dari tempat tidur dan bergegas mengambil kunci motor. Tanpa banyak bicara aku segera bergegas mengambil motor dan mengantarkan keponakanku itu ke terminal yangletaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggalku untuk berangkat ku liah di Jogja. Masih teringat dalam benakku hinga sekarang ini, saat itu sambil mengendarai motor dengan lantang aku berkata kepada Tuhan. “ Tuhan tunjukkan kepadaku bahwa Engkau benar-benar mencintaiku seperti yang sering Engkau sabdakan dalam kitab suci!” kataku waktu itu.

Dengan tanpa konsentrasi aku terus mengendarai motorku. Pikiranku terus melayang tak terarah kemana-kemana. Hingga tanpa aku sadari, aku sudah membelokkan motorku memasuki terminal Klaten tanpa melihat dari arah berlawananan sebuah mobil sedan melaju dengan begitu kencang. Dan “ Brak “, sedan itu pun mengantam motorku dengan sangat keras. Kurasakan badanku melayang dan jatuh di atas aspal jalan. Yang kupikirkan saat itu adalah bahwa pasti aku akan mati. Tapi, sungguh ajaib, saat itu kulihat dan kurasakan badanku tak tergores sedikit pun. Demikian juga keponakanku, kulihat dia juga baik-baik saja. Sepeda motor yang tadi kukendarai juga tak menunjukkan kerusakan. Sementara bagian depanmobil sedan itu terlihat rusak berat.

Tiba-tiba saja aku ingat Tuhan. Teringat perkataanku kepadaNya sebelum aku berangkat ke terminal. “Ya Tuhan, ternyata Engkau menjawab tantanganku. Kau benar-benar tunjukkan kepadaku yang picik ini tentang arti cinta. Aku sadar betul lewatkejadian yang ajaib itu Kau ingin tunjukkan cintaMu kepadaku.” Saat itu juga aku menangis, bukan karena umpatan sopir mobil sedan itu, tetapi lebih karena penyesalanku yang begitu dalam. Sejak saat itu aku selalu mencoba selalu dekat denganNya dalam keaadaan apa saja. Ada banyak rencana Tuhan yang indah dibalik setiap kejadian yang kita alami.

 Yang pasti, dalam keadaan apa pun Tuhan selalu berada bersama kita. Terimakasih Tuhan! Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang baik dan bijaksana. Kita harus selalu bersyukur dan menyembah Dia dalam keadaan sedih maupun senang. (Eduardus Jojo Susilo )





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 18.205.176.85 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/