SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


19.11.2009 07:40:59 706x dibaca.
ARTIKEL
BERPIKIR

"Sudah kamu pikirkan matang-matang? Pertanyaan ini bisa muncul dari orang lain maupun dari diri sendiri ketika kita dihadapkan pada pilihan yang harus kita putuskan. Pikir adalah kuncinya. Banyak hal bisa menjadi lebih baik dan berkualitas apa bila manusia tidak cepat bicara atau tergesa-gesa mengambil keputusan melainkan masuk ke dalam proses berpikir yang berfungsi sekaligus sebagai tenggang waktu untuk mengedepankan sgala persoalan sehingga akan tampak kejernihan. Seperti air kapur yang keruh itu akan tampak bahwa kapur itu akan mengendap dan air tampak bening. Berpikir mampu membuat kita lebih sadar dalam bertindak dan bicara. Di sinilah kita perlu belajar dalam suatu proses hingga ketika menemui kebuntuan, kita tetap menggunakan "Pikir" untuk menemukan jalan keluar.

Proses berpikir bukan mengangkat masalah kepada otak, melainkan turun ke hati pula. Melalui hati, penglihatan semakin tajam sehingga membantu untuk melihat ke dalam dirinya dan terhadap suatu permasalahan. Dalam hal ini perlu melatih diri. Jangan mudah bereaksi terhadap sesuatu tanpa melalui proses berpikir atau pengendapan. Tanpa disadari proses ini akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan berpikir dengan hati dan berefleksi, lambat laun membawa kita pada suatu ketajaman berpikir, yaitu kemampuan melihat suatu persoalan dengan jernih, cepat tanggap dan tepat. Ketajaman "melihat" ke dalam hati membantu kita lebih menghayati tujuan hidup dan menyadari tanggung jawab.

Saat membutuhkan jawaban yang spontan saat itu, manusia yang mempunyai ketajaman berpikir bisa dengan sigap meraba keadaan dan mengambil keputusan. Pendidikan adalah bidang yang penuh dinamika dan berkaitan erat dengan perkembangan manusia dan kehidupan manusia selalu berubah. Maka sebagai pendidik diharuskan mampu sigap menanggapi dan mengantisipasi berbagai macam perubahan dan perkembangan.

Tugas pendidik bukan sekedar datang, mengajar, pulang, koreksi dan memberi nilai. Melainkan juga terus berusaha untuk mampu membuka wawasan baru peserta didik, memotivasi mereka untuk berpikir dan bahkan memampukan mereka menciptakan pengetahuan baru menurut penghayatan para peserta didik. Kemampuan berpikir merupakan karunia Tuhan yang luar biasa. Berpikir melambangkan kebebasan hakiki seseorang. "Ada seorang guru yang terpaksa menghukum murid-muridnya berdiri di tangga dan teras sekolahan karena mereka merayakan valentin dengan memakai asesoris valentin. Mereka dihukum karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang disampaikan guru tersebut, yaitu: "Apakah hari valentin itu? Kenapa harus dirayakan?" Sambil membuka ensiklopedia, guru itu menjelaskan bahwa di Barat valentin disebut kasih sayang karena pada saat itu awal permulaan musim semi dan burung-burung berkasihan.

Lalu apakah valentin cocok dirayakan di Indonesia yang tidak mengenal musim semi? Semua murid waktu itu tidak ada yang menjawab. Ternyata guru itu tidak ingin para muridnya menjadi "burung beo" dan korban promosi produsen yang menjual produk valentin. Guru itu ingin setiap melakukan sesuatu, visi dan misi harus jelas.





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 35.172.195.49 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/