SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Selasa, 19 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


15.02.2007 13:29:29 812x dibaca.
ARTIKEL
EPISTEMOLOGIS

CARA MENDAPATKAN PENGETAAHUAN YANG BENAR

Pada awalnya semua makluk dianggap serupa yang diciptakan dalam waktu yang sama. Jadi wajar saja kalau dalam kurun waktu itu tidak terdapat perbedaan antara berbagai pengetahuan. Apa yang kita ketahui adalah  dianggap serbagai pengetahuan. Sebagai contonya antara lain; cara memburu gajah, cara mengobati sakit gigi, menentukan kapan mulai bercocok tanam. Semua dianggap sama, apakah itu obyeknya, metodenya ataui kegunaanya.  Istilah yang pernah kita jumpai adalah metode ngelmu, metode ini dianggap bersifat universal pada waktu itu.

Memasuki abad penalaran the age of reason pada pertengahan abad – 17 maka konsep dasar berubah dari kesamaan kepada perbedaan. Hal ini mulai terdapat perbedaan yang jelas antara berbagai pengetahuan yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung maupun tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sulit  dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya tanpa pengetahuan. Sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.

Pengetahuan merupakan segenap hal yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu termasuk didalamnya adalah ilmu. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Meskipun demikian, kita harus tahu bagaiman cara menyusun pengetahuan yang benar, sehingga diperoleh suatu jawaban yang benar atas segala pertanyaan yang muncul. Cara menyusun pengetahuan yang benar inilah yang dalam kajian filsafati disebut epistemologi. Adapun landasan dari epistemologi ini disebut metode ilmiah. Jadi  metode ilmiah ini merupakan cara yang benar yang dilakukan oleh ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar.

Setiap pengetahuan mempunyai cirri-ciri yang spesifik mengenai apa (antologi), bagaiman (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun saling berkaitan, sehingga kalau membicarakan epistemologi ilmu harus dikaitkan dengan antologi dan aksiologi ilmu. Pengetahuan ilmiah merupakan alat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya. Dengan pengetahuan ilmiah manusia berusaha memanipulasi dan menguasai alam. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam   mendapatkan pengetahuan (ilmu). Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Dengan metode ilmiah juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengetahui apakah suatu pengetahuan itu dapat disebut ilmu atau bukan.

Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika manusia mengamati sesuatu. Pertanyaannya adalah mengapa manusia mengamati sesuatu? Kita mulai mengamati obyek kalau kita mempunyai perhatian terhadap obyek tersebut. Obyek tersebut dinamakan sebagai suatu masalah/kesukaran yang dirasakan bila kita menemukan sesuatu  dalam pengalaman kita yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan.

Bila kita terus bergumul dengan pengetahuan secara ilmiah, kita akan sering bertanya-tanya berdasar pengamatan dan hasil dari obyek yang kita dalami secara ilmiah tersebut. Dengan demikian kita akan menjadi makin maju dan mendalam untuk menghadapi persoalan-persoalan baik teknis maupun secara universal.


 Trinugroho, ST





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 18.205.176.85 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/