SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


08.08.2008 11:48:09 2951x dibaca.
ARTIKEL
Juara Lomba Sinopsis se-Klaten

Judul Buku : Bumiku Sayang, Bumiku Malang
Pengarang : Drs. Muhammad Saleh
Penerbit : Mitra Gama Widya
Tahun Terbit : 2000


Sinopsis :

Kemajuan teknologi yang diciptakan manusia ternyata dapat menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup di bumi, bila kita tidak mengindahkan dampak kemajuan tersebut bagi kehidupan kita. Pemanasan global adalah salah satu dampak negatifnya. Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan di bumi. Sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari.


Sebagian besar dari energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Saat energi ini mengenai bumi, permukaan bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian panas tersebut terperangkap di atmosfer bumi akibat dari penumpukan jumlah gas rumah kaca di atmosfer, yaitu : CO2, H2O, CH4, NO2 dan CFC yang menyerap serta memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.


Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, yaitu dari emisi pabrik industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran kayu, batu bara, minyak tanah, penggundulan hutan, bahkan pemakaian parfum oleh manusia. Meningkatnya suhu global tersebut menimbulkan dampak yang negatif. Dampak yang pertama adalah terjadi perubahan iklim global karena suhu di bumi yang meningkat. Bagian utara dari belahan bumi utara akan memanas, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil, ekosistem di daratan akan hancur, makhluk hidup akan punah. Iklim dan cuaca berubah secara ekstrim, contoh nyatanya adalah fenomena El Nino dan La Nina, yang diikuiti dengan kekeringan panjang, topan dashyat, laut mengamuk, badai tropis, bencana alam, arah angin menjadi tidak menentu, hutan terbakar dan tentunya telah merengut nyawa jutaan makhluk hidup di bumi serta kerusakan yang sangat parah, penyakit pun dapat menyebar dengan cepat seperti malaria dan demam berdarah, juga penyakit lainnya.


Dampak yang kedua adalah terjadi polusi, polusi udara seperti hujan asam serta asap dari emisi gas-gas tersebut dapat menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit jantung. Polusi suara (kebisingan) dari suara mesin industri maupun pabrik akan menimbulkan gangguan psikis maupun fisiologis kepada pendengarnya. Secara psikis, kebisingan membuat penerimanya sukar berkonsentrasi, sulit tidur, dan mudah marah. Secara fisiologis, kebisingan mengganggu fungsi alat tubuh, pusing, jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan pembuluh darah menyempit.


Dampak yang ketiga adalah penipisan lapisan ozon. Penggunaan parfum aerosol, hairspray, mesin-mesin pendingin seperti kulkas dan air conditioner (AC) maupun bahan yang memiliki senyawa pencedera ozon (ODS) dapat membuat lapisan ozon menjadi semakin tipis bahkan menjadi berlubang, sehingga ultraviolet beta yang radiaktif dari matahari menembus ke bumi dengan bebas. Pengaruhnya bagi manusia antara lain sistem kekebalan tubuh manusia menurun, menyebabkan mudahnya penyebaran penyakit seperti malaria, kanker kulit, dan katarak pada mata. Metabolisme pada tanaman akan mengalami gangguan, sehingga tidak dapat berfotosintesis dengan baik, hasil panen turun dan O2 yang diproduksi juga menurun atau bahkan tanaman hijau tidak dapat lagi menghasilkan O2 maka makhluk hidup akan mati.


Begitu juga dengan ekosistem di laut, plankton dan jasad renik yang menjadi makanan akan terbakar dan mati karena ultraviolet beta yang radiaktif sehingga hewan lain di laut kelaparan, mati dan punah. Hal-hal tersebut merupakan akibat dari aktivitas manusia yang semakin lama semakin tidak terkendali sehingga dapat menghancurkan kehidupan di bumi ini. Adapun berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi masalah tersebut, antara lain :

  1. Melakukan reboisasi atau penanaman pohon kembali.
  2. Mengurangi pembakaran atau penggunaan energi fosil.
  3. Mencegah dan mengurangi tempat-tempat yang menjadi sumber penyakit.
  4. Menggunakan filter untuk mengurangi asap emisi pabrik.
  5. Merawat mesin atau motor untuk mengurangi kebisingan atau polusi suara.
  6. Menghentikan atau mengurangi pemakaian parfum aerosol, hairspray, mesin- mesin pendingin seperti kulkas dan AC (yang mengandung CFC dan ODS) karena dapat merusak lapisan ozon.
  7. Pengalihan secepatnya dari aerosol ber-CFC ke senyawa pengganti lainnya, seperti hidrokarbon yang terbuat dari gas alam cair.
  8. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap kehidupan di bumi.


Jika semua manusia sadar dan peduli dengan kehidupan di bumi ini serta memanfaatkan kemajuan teknologi yang diciptakan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi maka tidak akan terjadi kejadian yang dapat memusnahkan kehidupan di bumi ini. Maka, marilah kita mulai untuk merubah atau mengurangi aktivitas kita yang dapat menghancurkan kehidupan di bumi yang kita sayangi ini dan menjadikan kehidupan di bumi kita ini lebih sehat, nyaman dan lestari.


Nama:Markus Tri Handono
Kelas: XI TPTL
No.Induk: 3192





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 3.226.254.115 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/