SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


05.11.2007 10:27:09 716x dibaca.
ARTIKEL
MENDAMPINGI "BUAH HATI" KELUARGA

Anak adalah bagaikan selembar kertas putih. Masa kanak-kanak adalah masa bahagia. Anak tak punya beban seperti orang tua. Pekerjaan anak sementara hanya bermain. Karakter anak pertama kali dibentuk oleh kepribadian ayah atau ibunya. Sifat buruk bisa menurun pada anak, khususnya oleh sikap orang tua dan lingkungan. Berdoa sebelum makan, sebelum tidur adalah kebiasaan yang harus kita contohkan kepada anak kita. Dengan demikian diharapkan akan menjadi contoh yang baik. Seorang ibu harus tahu, bahwa masa kehamilan adalah masa yang sensitif dan menentukan nasib masa depan anaknya. Sebaliknya, ibu yang yang selama hamil selalu bersedih, maka anaknya akan menjadi pemurung. Setelah anak kita lahir, maka ASI lah yang pertama kali kita berikan.

Pada masa ini sebaiknya ibu memberikan air susunya. Karena air susu ibu ( ASI ) adalah hak anak. ASI memberi dampak langsung dan mendalam terhadap kesehatan jasmani dan rohani anak. Kondisi makanan dan kejiwaan ibu pengaruhnya juga beralih dari air susu yang diberikan ibu pada anaknya. Jika ibu gelisah saat menyusui maka ia menularkan perilaku itu pada anaknya. Perkembangan selanjutnya akan banyak dipengaruhi oleh kasih sayang dan kekompakan dalam keluarga. Kondisi di rumah ini menjadi awal dari banyak hal. Di antaranya makin sedikitnya waktu yang disediakan dan ketidakpedulian pada anak. Hal ini bisa berpengaruh pada lemahnya ketahanan mental anak. Banyaknya kasus perceraian menimbulkan kecemasan, kesedihan, dan kehilangan yang mendalam dalam jiwa anak. Tidak adanya kesepakatan dalam mendidik juga akan membingungkan anak dalam berprinsip dan bersikap.

Bila anak melihat ayah mencaci ibunya dengan kata-kata keji, perlahan-lahan ia terbiasa dengan kebencian dan rasa kasih sayangnya akan hilang. Krisis dalam keluarga akan menimbulkan sikap ketidakpedulian terhadap lingkungan dan kurang belas kasih pada sesama. Dunianya adalah bermain. Ia belajar dengan cara bermain. Orang tua yang bijak akan berusaha menyelami dunia anak dengan ikut bermain bersamanya dan mencoba berkomunikasi dengan bahasa anak. Agar komunikasi orang tua nyambung dengan anak, perhatikan kepribadian dan kematangan berpikirnya.

Untuk anak yang masih kecil atau pra sekolah gunakan bahasa yang singkat, sederhana, sekongkret mungkin. Intonasinya jelas dan jangan terburu-buru. Bila anak mengerjakan suatu kebaikan, ucapkan terima kasih atas perbuatannya. Peran orang tua lebih banyak mendengarkan kemudian mengarahkan. Dengan demikian diharapkan arahan yang dibuat orang tua akan sesuai dengan kebutuhan anak. Apabila perbuatan anak kita salahkan dan kita caci maki maka kepercayaan diri anak bisa hilang. Anak merasa dianiaya, ditolak atau diabaikan.

Ia menjadi tak punya harga diri, tertekan, emosi. Komunikasi yang negatif tadi juga mempengaruhi perkembangan otaknya. Bagaimanapun orang tua adalah panutan utama anak di rumah. Maka apa pun kondisi orang tua, apakah sedang capek, letih lesu, sakit, haruslah tetap berbuat baik kepada anak kita.( Rovie, Karyawan staf kurikulum ).





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 35.172.195.49 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/