SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Selasa, 19 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


20.10.2007 11:41:43 962x dibaca.
ARTIKEL
MENGELOLA INOVASI

Pengantar :

Dalam kancah kemajuan berbagai bidang, salah satu istilah yang tidak asing bagi kita adalah INOVASI. Dengan mengelola inovasi kita dibantu untuk siap berjalan seiring dengan kemajuan dan syukur kita bisa mengendalikan kemajuan tersebut. Kita paham dalam kemajuan berbagai bidang ini ada suatu tantangan, menurut Martin Luther King, ”Ukuran terluhur manusia bukanlah di mana dia berdiri pada saat nyaman dan tenteram, melainakan di mana dia berdiri pada saat-saat tantangan dan pertikaian”.

Proses Inovasi :

1. Proses inisiasi – awal inovasi

Penetapan agenda merujuk pada identifikasi masalah-masalah organisasional di mana ada ketidakcocokan antara kinerja aktual dan kinerja yang diinginkan dalam organisasi atau bagian organisasi. Inovasi bisa dirangsang dengan satu dari dua cara. Pertama, suatu kesenjangan kinerja tertentu mungkin ditegaskan, misalnya ketidakpuasan dengan pengelolaan keluhan-keluhan pelanggan. Sebagai hasil dari dikenalinya kesenjangan ini, suatu inovasi kemudian diperkenalkan pelatihan yang baik untuk orang-orang yang bertanggung jawab mengelola keluhan pelanggan. Cara lain untuk menetapkan organisasi menyadari suatu praktik di organisasi lain yang, jika diterapkan akan memungkinkan mereka mengatasi masalah di organisasi mereka sendiri. Rogers menamakan kedua cara yang berbeda untuk merangsang inovasi ini proses inovasi problem inisiated dan innovation initiated.

Penyelarasan / Matching, dalam tahap ini dilakukan penilaian-penilaian mengenai seberapa mungkin inovasi yang diidentifikasikan akan memenuhi masalah tertentu yang dihadapi organisasi. Atas dasar penilaian-penilaian ini, proses inovasi itu bisa dihentikan atau dilanjutkan. Ini adalah proses menilai dan mengkritik ide dan gagasan secara konstruktif untuk menentukan nilai nyata dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi.

2. Tahap implementasi

Redefinisi / Restrukturisasi. Inovasi yang akan diterapkan dimodifikasi atau direkayasa ulang agar memenuhi tuntutan-tuntutan spesifik organisasi.

Penjelasan / Clarifying. Inovasi diimplementasikan dan didiskusikan sepenuhnya dengan para  warga organisasi agar maknanya jelas bagi semua pihak yang terpengaruh olehnya.

Perutinan / Routinizing. Inovasi menjadi bagian dari proses organisasi normal dan telah mencapai suatu titik, di mana ia tidak lagi diidentifikasikan sebagai suatu inovasi. Ia adalah suatu bagian rutin yang diterima dari fungsi organisasional.

Resistensi Terhadap Perubahan

Proses pengelolaan inovasi melibatkan usaha memahami alasan-alasan mengapa orang-orang menentang perubahan dalam organisasi dan mengenali bahwa resistensi terhadap perubahan tidak seslalu buruk atau baik. Dalam beberapa hal, ini adalah reaksi yang normal dan wajar trerhadap perubahan. Dalam hal-hal lain, ini adalah reaksi yang masuk akal terhadap usaha yang tidak pada tempatnya untuk mengubah status quo. Resistensi terhadap perubahan bisa menjadi kekuatan penting untuk menjamin agar perubahan diperkenalkan dengan cermat. Beberapa alasan mengapa orang menetang perubahan:

  • Kepentingan pribadi
  • Kepentingan tertanam (vested interest )
  • Kesalahpahamanan
  • Toleransi rendah terhadap perubahan
  • Proses perubahan


Bagi seorang yang berjiwa pemimpin inovasi dan perubahan ini amat diperlukan demi menghadapi kondisi yang secara alamiah akan berubah. Orang bijak mengatakan ”… mari kita mengadakan suatu perubahan, sebelum kita diubah oleh keadaan”. Artinya jiwa pemimpin harus mampu mengatur/mengendalikan perubahan agar waktu-waktu kedepan tidak ”kaget” dan mengalami kegagalan yang tanpa makna. Demikian pula kiranya dalam bidang pendidikan di negara kita yang maaf secara umum carut marut dan saat ini memerlukan kerja sama, kerja keras , kerja ikhlas, jiwa besar, peka terhadap kebijakan, kebutuhan masyarakat dan tanda-tanda jaman. Disinilah perlunya adanya inovasi dan perubanan agar institusi tetap bisa hidup, menghidupi dan berkonpetisi secara sehat. Semoga.

 T. Totok Trinugroho, ST

 

Acuan :

  • Michael A. West, Developer Creativity in Organization, Kanisius, Yogyakarta, 2000,halaman 159 - 168




KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 18.205.176.85 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/