SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


19.10.2007 14:46:43 915x dibaca.
ARTIKEL
MENGEMBANGKAN HOBBY

Masyarakat umum khususnya generasi muda era ini sedang demam atau menikmati trend sekolah ataupun kuliah di jurusan otomotif. Trend ini berkembang pada dasawarsa terakhir. Ketika masa-masa Penerimaan Siswa Baru pilihan otomotif menjadi prioritas bagi lulusan yang merasa memiliki nilai cukup untuk memenuhi standar untuk masuk pada jurusan ini.Paradigma yang menarik memang bagi dunia otomotif di Indonesia. Ketika menyaksikan televisi, bermunculan tayangan-tayangan yang mengangkat otomotif sebagai topic utama, khususnya modifikasi mobil dan motor.

Banyak tabloid otomotif beredar,fantastis! Bagi Lembaga pendidikan, SMK L eonardo khususnya, hal ini harus dicermati dan diwaspadai, mengapa?Pasalnya adalah yang namanya trend akan ada masa untuk pudar daya tariknya, layaknya trend gelombang cinta (Anthorium Wave Of Love) dan Jemani yang cuma bertahan tidak sampai satu tahun nilai jualnya. Perlu diadakan penelusuran kembali atau verifikasi bagi siswa-siswi yang sekarang mengisi kelas-kelas di jurusan Otomotif. Berdasarkan pengamatan dan angket lisan yang di tujukan ke siswa kelas XI OA dan OB langsung bisa di ketahui hasilnya, terjadi fenomena yang agak membingungkan. Ada 4 pernyataan, siswa diharapkan menjawab atau memilih sesuai dengan kata hati dan pengalamannya.

Ketika mencoba mendaftar di SMK Leonardo Klaten. Konteks pertama,”Saya memilih jurusan otomotif di SMK Leonardo karena memang pilihan.” Terdapat 60 siswa yang memilih konteks ini. Pernyataan kedua, “Saya memilih jurusan otomotif di SMK Leonardo karena ajakan teman, “ dan 2 siswa memilih bagian ini. Pilihan ketiga, “Saya memilih jurusan otomotif di SMK Leonardo karena ingin mengembangkan talenta dan hobby.” Ditemukan 4 siswa yang memilih statement ini. Kalimat terakhir menyatakan, “ Saya memilih jurusan otomotif di SMK Leonardo karena salah jurusan.” Ironis, ada 2 siswa yang tunjuk jari PD pada kalimat ini.

Kalimat-kalimat pilihan dan angka-angka di atas hanyalah statement yang muncul begitu saja dari penulis ketika siswa dirasa kurang menanggapi pelajaran dengan serius, tetapi bagi penulis hal ini cukup menarik, apa sebab? Penulis mengajar di jurusan Otomotif mulai kurang lebih 1, 5 tahun terakhir, mempunyai background pendidikan jurusan Teknik Mesin ketika sekolah di SMK Leonardo Klaten, tetapi bidang otomotif merupakan hobby yang bisa menciptakan fantasi dan kepuasan tersendiri untuk digeluti. Berdasarkan hobby inilah yang memicu penulis untuk akrab dengan bidang ini, melanjutkan studi di jurusan ini dan akhirnya menghabiskan sisa usia di bidang ini.

Pengalaman jugalah yang lebih meyakinkan penulis untuk berani memutuskan, lebih menyenangkan belajar atau mendidik siswa yang masuk karena hobby dibandingkan dengan pilihan. Seorang siswa yang menyatakan masuk di jurusan otomotif karena plihan, hanya cenderung belajar di sekolah dan tidak memiliki kemauan contonya untuk sekedar membantu memperbaiki mobil tetangga yang rusak, hanya sebatas ilmu, dia tidak mempunyai pengalaman riil dan improvisasi atau orang awam “ngakali” komponen-komponen yang aus dan cenderung masih bisa dipakai ketika diberikan sedikit ubahan atau modif. Mereka hanya mempunyai prinsip, ketika komponen sudah tidak bisa bekerja sesuai dengan standarnya, maka harus ganti, tidak pernah punya pemikiran untuk memaksimalkan atau menggunakan komponen yang ada atau istilahnya”mbandrek”. Padahal budaya “ngakali” yang hanya dipunyai oleh orang-orang Indonesi inlah yang sebenarnya memberikan nilai atau penghargaan lebih bagi teknisi otomotif.

Sayangnya budaya “pilihan” merupakan fenomena yang riil pada siswa kelas XI saat ini, perlu diberikan pengertian lebih agar siswa lebih cinta dan merasa otomotif merasuk sampai mendarah daging. PE ER bagi pendamping khusunya di Otomotif. Siswa yang menyatakan masuk di jurusan otomotif karena ajakan teman, juga terkadang menghambat proses pembelajaran. Mereka kebanyakan kecewa ketika sudah masuk kelas- kelas otomotif dan mempelajari hal-hal yang kurang familiar di telinga mereka. Mereka hanya “anut grubyuk”. Perlu lebih disemangati! Para siswa yang PE DE menyatakan hobby, merupakan nilai atau kepuasan tersendiri bagi pendamping ketika mereka berhasil menemukan cara-cara praktis terlepas dari langkah-langkah kerja yang merupakan standar dari pendamping. Mereka bisa dijadikan penyemangat dan membuat lebih hidup suasana pembalajaran. Mereka akan bisa dijadikan mentor bagi teman-temannya ketika siswa kurang berani mengemukakan pertanyaaan kepada pendamping. Siswa tipe ini mempunyai karakter dalam belajar, tidak menyerah ketika disajikan dengan persoalan-persoalan menantang yang mungkin bagi siswa lain merupakan hal yang paling mambosankan. Mereka akan lebih berdaya guna bagi masyarakat, dan jurusan otomotif terasa mempunyai nilai lebih dibandingkan sekolah lain. Siswa-siswa tipe inilah yang perlu dicari untuk memenuhi kelas-kelas otomotif ke depannya. Siswa salah jurusan bisa tidak menjadi batu sandungan ketika mereka kemudian menemukan keasikan tersendiri entah itu pada tahun kedua akhir ataupun bahkan besok menjelang tingkat tiga. Tetapi kita tidak mengharapkan siswa tipe ini diperbanyak, karena mereka perlu waktu lama untuk beradaptasi.

Berharap tidak ditemukan lagi siswa tipe ini pada tahun-tahun mendatang. Tips penulis,Kecintaan pada dunia otomotif juga bisa diawali dengan nonton TV, membaca tabloid, menyaksikan langsung kejuaraan-kejuaraan otomotif. Modifikasi di TV, Moto GP, F1, A1 dan lain sebagainya merupakan acara olahraga yang bisa dipilih untuk mengakrabi bidang Otomotif. Membaca majalah dan tabloid otomotif sangat mendukung pengalaman dan pengetahuan otomotif yang di sekolah terkadang tidak dijumpai, istilah-istilah otomotif sangat mungkin ditemukan di tabloid tabloid jenis ini. Menonton Road Race, Off Road memang memerlukan modal lebih untuk memilih cara ini, karena harus beli tiket dan tempat yang agak jauh, terlebih sekarang di sekolah sudah menyediakan fasilitas internet. Bagi penulis, fasilitas ini seperti surganya pencinta otomotif. Hal-hal terbaru bisa segera diakses dan dibagikan kepada teman lain ketika menikmati teh panas di pagi hari.Indah pada waktunya Berawal dari hobby, kreasi maka kepuasan hidup, karier dan mungkin jodoh bisa ditemukan di dunia ini..I Like The Engine, by interest until the dream…come true!! loutine@yahoo.co.id (awan)





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 35.172.195.49 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/