SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


17.02.2007 10:14:54 2180x dibaca.
ARTIKEL
PENDIDIKAN KEJURUAN MENJELANG 2020

POKOK-POKOK PIKIRAN : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
KEJURUAN MENJELANG 2020

Pendahuluan :
Sebagai bukti keseriusan Pemerintah utamanaya Dinas Pendidikan secara khusus Dikmenjur dalam mengusahakan peningkatan kualitas dan peran lebih dari Sekolah Kejuruan, disusunlah analisis dan rencana program pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan tahun 1997 yang berjudul ”Keterampilan Menjelang 2020 untuk Era Global”.

Satgas Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan ini terdiri dari orang-orang yang berkompeten baik secara ilmiah maupun para praktisi Pendidikan, juga dari Dunia Usaha dan Industri. Hal ini dimakudkan agar program yang dihasilkan betul-betul menjawab kebutuhan dan peningkatan peran Sekolah Kejuruan.

A. Tuntutan Ekonomi

Tidak dapat dihindari bahwa era perdagangan bebas yang secara bertahap berlaku mulai tahun 2003 untuk kawasan Asia Tenggara (AFTA) dan tahun 2020 untuk kawasan Asia-Pasisif (APEC). Dunia usaha/industri harus meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya agar dapat meningkatkan mutu dan ragam produknya yang dapat bersaing di pasar bebas.

Sebagai Lembaga Pendidikan Kejuruan perlu juga menyikapi keadaan ini mengingat bahwa tujuan utamanya adalah memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan agar tamatannya menjadi tenaga kerja yang produktif, mampu mendapatkan pendapatan dan taraf hidup serta dapat mengembangkan dirinya dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Untuk menjawab hal diatas perlu lembaga Diklat kejuruan yang handal dan mampu menerapkan prinsip Total Quality Management (TMQ) agar dapat menjawab tantangan permasalahan ketenagakerjaan. Selain itu diperluakan jiwa kewirausahaan dalam diri peserta Diklat agar mampu menciptakan peluang kerja dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kegiatan ekonomi masyarakat.

B. Pendidikan Kejuruan untuk Masa Depan Indonesia

Diklat kejuruan dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensi generasi muda Indonesia yang akan memasuki dunia kerja selaras dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar kerja. Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai implementasi dari kebijakan Link & Match merupakan bukti adanya keterlibatan aktif pihak dunia usaha/industri dalam pengelolaan Diklat kejuruan.

Paradigma program Diklat kejuruan menjelang tahun 2020 menekankan pada perubahan-perubahan mendasar, antara lain sebagai berikut :
„w Orientasi Dikkat kejuruan dikembangkan dari supply-driven ke demand-driven
„w System pengelolaan Diklat kerjuruan berubah dari terpusat menjadi terdesentralisasi
„w Pendekatan pembelajaran Diklat kejuruan bergeser dari pendekatan mata pelajaran menjadi pendekatan pembelajaran berbnasis kompetensi (CBT)
„w Pola penyelenggaraan Diklat yang sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel dan permeable.

C. Sistem Diklat yang Dipacu oleh Dunia Usaha/Industri

Standar kompetensi menjadi acuan keluaran (outcome) yang pencapaiannya dibuktikan melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Untuk menjamin ketercapaian kompetensi yang sesuai standar kompetensi tersebut, maka system Diklat harus dikembangkan secara realistic dan spesifik pada penguasaan kompetensi.

Upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia akan berhasil optimal jika dunia usaha/industri berperanserta secara aktif dalam proses pembinaan dan pengembangan Diklat kejuruan, mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tidak kalah pentingnya adalah pengakuan terhadap mutu produknya.

D. Peserta Didik dan Program Diklat Kejuruan

Sistem penggelolaan Diklat kejuruan seharusnya mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti program regular, menyediakan program Diklat jangka pendek bagi para pencari kerja dan program-program khusus bagi para pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi maupun statusnya.

Program Diklat kejuruan diarahkan untuk meningkatkan kesesuaian atau relevansi antara program Diklat yang dilaksanakan di dunia pendidikan dengan tuntutan keahlian yang diperlukan di dunia kerja. Beberapa model yang yang bisa dilakukan adalah :
1. pendidikan Sistem Ganda (PSG),
2. pemagangan/apprenticeship,
3. diklat di luar lingkungan dan jam kerja/off-the-job training.

Pengembangan pendidikan kejuruan menganut prinsip bahwa meningkatkan pemanfaatan SMK yang sudah ada jauh lebih penting daripada menambah jumlah SMK, walaupun kebutuhan setempat akan sekolah baru tetap perlu dipertimbangkan.

Perkembangan dan kemajuan peserta didik dalam menguasai berbagai kompetensi tersebut direkam dalam”Paspor Keterampil” yang dapat dipergunakan sebagai referensi oleh dunia usaha/industri pada saat pemegang paspor tersebut melamar pekerjaan.

E. Jalur yang Fleksibel dan Permeabel
Beberapa hal uraian berkenaan dengan jalur Diklat kejuruan yang fleksibel dan permeable:
Pertama, Diklat kejuruan tetap memberikan pengetahuan atau keterampilan lain, dimungkinkan pindah jalur dari SMK ke SMA.
Kedua, dibutuhkan jalur pendidikan yang fleksibel dan permeable, artinya peserta didik punya kesempatan dan mampu untuk pindah jalur dari akademik ke jalur professional atau sebaliknya.
Ketiga, konsep artikulasi, transfer kridit, dan pengakuan hasil belajar awal(PHBA) atau Recognition of Prior Learning (RPL), merupakan bagian integral dari seluruh program diklat kejuruan.
Keempat, program Diklat yang fleksibel lebih memungkinkan terselenggaranya pembelajaran kontekstual (contextual learning).

F. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

SMK merupakan salah satu lembaga penyelenggara Diklat kejuruan yang harus dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada siswanya walaupun kondisi fasilitasnya sangat beragam. Tugas SMK adalah berbuat yang terbaik bagi siswanya dengan memanfaatkan segenap sumber daya internal maupun eksternal yang tersedia. Penerapan pola pembelajaran Diklat berbasis kompetensi diharapkan akan membantu SMK untuk secara bertahap meningkatkan mutu dan relevansi program-programnya. Dengan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada siswanya, SMK juga berarti telah berbuat yang terbaik bagi dunia usaha/industri serta masyarakat.

SMK perlu didorong untuk menyelenggarakan pelatihan bagi perusahaan dan masyarakat secara komersial sebagai bagian dari unit produksinya dan SMK perlu memberikan gagasan-gagasan terbaiknya untuk prakrik-praktik komersial. Hal ini untuk mengkondisikan jiwa kewirausahaan.

Kesepakatan kinerja (performance agreement/contracting) harus dilembagakan untuk pemberdayaan SMK, dan peningkatan mutu melalui best practice atau total performance management(TPM) harus dijadikan sebagai program perencanaan SMK. Dua strategi perlu ditempuh agar upaya pemberdayaan SMK dapat dilaksanakan:
Pertama, pengembangan Kesepakatan Kinerja SMK yang disusun oleh SMK. Pihak-pihak terkait untuk memberikan jaminan kesepakatan ini adalah majelis sekolah, pihak berwenang daerah, PPPG. Kesepakatan tersebut menetapkan al :praktik kerja industi, program pelatihan, mutu yang akan dicapai, dll.
Kedua, dengan bantujan PPPG, SMK menyusun rencana peningkatan dan pengendalian mutu. Secara terstruktur proses ini dapat menggunakan model TPM, atau berdasarkan konsep-konsep perencanaan sejenis terdahulu, baik yang dibuat di dalam maupun di luar SMK, dan telah terbukti keberhasilannya (benchmarking atau best practices).

G. Pengelolaan Sistem
Diusulkan untuk dibentuknya suatu struktur nasional, agar standar kompetensi menjadi acuan dari system Diklat kejuruan. Struktur nasional dimaksud adalah lembaga independen yang berperan dalam mengembangkan dan menetapkan kebijakan standarisasi, pengujian dan sertifikasi kompetensi.

Tahun 2001 telah diproses Kepres tentang Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) sebagai lembaga Independen yang fungsinya adalah
a.penetapan kebijakan standarisasi dan sertifikasi profesi,
b.penetapan standar kompetensi,
c.pelaksanaan akriditasi LSP,
d.pengembangan system informasi standarisasi dan sertifikasi profesi,

e.pelaksanaan kerjasama standarisasi dan sertifikasi,
f.pengendalian pelaksanaan standarisasi dan sertifikasi profesi.


H. Garis Besar Program Pembaruan
Salah satu aspek penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan keterampilan menjelang 2020 ini adalah kesiapan pemerintah untuk mengantisipasi pendanaan yang diperlukan. Pendanaan diarahkan pada pengembangan SMK masa depan, pola penyelenggaraan Diklat berbasis kompetensi, pengujian dan sertifikasi mengacu pada standar nasional dan internasional.

Sekretariat BNSP mulai kegiatannya dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi lembaga yang akan berfungsi sebagai LSP.


Disarikan dari:
Depdiknas, 2002, Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia, Jakarta,
Oleh: Totok Trinugroho





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 3.226.254.115 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/