SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
SMK PL Leonardo - Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.30 Klaten - Jawa Tengah 57432  Telp.(0272) 321949 Fax.(0272) 327347
Senin, 18 November 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


25.04.2008 08:20:19 1352x dibaca.
ARTIKEL
SPEAKING IN DRAMA

DRAMA  SEBAGAI METODE ALTERNATIF

UNTUK PENGAJARAN  SPEAKING

Beberapa tahun terakhir, Sanata Dharma, perguruan tinggi yang cukup ternama di Yogyakarta mencoba menggelar ajang kompetisi “drama dalam bahasa Inggris” untuk para pelajar Sekolah Menengah Atas. Ternyata ajang tersebut sangat diminati oleh para siswa. Banyak diantaranya  sangat antusias untuk mengikuti kompetisi tersebut. Apalagi, ketika mereka mengetahui ada hadiah uang tunai yang cukup besar yang dapat mereka terima apabila mereka menjadi pemenang. Meskipun mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya, dari membuat naskah drama sampai menyiapkan segala macam perlengkapan yang diperlukan , semua itu bukanlah kendala  bagi mereka. Nampaknya mereka sangat menikmati kegiatan ini meskipun mereka juga dituntut untuk mengikuti latihan selama berminggu-minggu.  

Mengapa “Drama” ?

Seni peran ( role play ) memang dapat menjadi salah satu metode pengajaran bahasa Inggris khususnya “Speaking”. Banyak siswa yang cukup baik penguasaan tata bahasa atau “grammar” nya namun ketika mereka harus berbicara, mereka mengalami kesulitan karena belum terbiasa atau kurang percaya diri. Dengan mengaplikasikan seni peran sebagai salah satu metode pembelajaran, para siswa dapat berlatih berbicara dalam bahasa Inggris dengan cara yang paling sederhana karena mereka hanya sekedar menghafalkan dialog yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Setidaknya ini merupakan langkah awal bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan “Speaking” mereka.

Banyak nilai lebih yang dapat diperoleh apabila sekelompok siswa mempersiapkan dan mementaskan sebuah drama untuk melatih keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris, diantaranya :

  1. Siswa belajar bekerja sama dengan orang lain.
  2. Siswa berlatih mengembangkan imajinasi mereka.
  3. Siswa belajar mengkonstruksi kalimat- kalimat dalam bahasa Inggris sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.
  4. Siswa menemukan banyak kosa kata baru dan menggunakannya secara bermakna.
  5. Siswa belajar mengucapkan lafal yang benar.
  6. Siswa dapat mengembangkan rasa percaya diri.


Selain beberapa hal positif diatas, kelas bahasa khususnya “ speaking class” menjadi kelas yang hidup dan menarik  bagi para siswa sehingga mampu mengusir kejenuhan siswa di dalam usaha mereka untuk menguasai bahasa Inggris.

 

Bagaimana dengan SMK Leonardo ?

Nampaknya metode ini belum pernah diaplikasikan di SMK Leonardo Klaten. Dapatkah seni peran diterapkan sebagai salah satu metode didalam pengajaran bahasa Inggris di SMK Leonardo ? Mampukah para peserta didik di SMK Leonardo diajak berkreasi melakukan seni peran tersebut untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris ? Itu yang menjadi pertanyaan awal. Namun setelah melihat tingkat kemampuan mereka dalam merespon pelajaran di kelas,  dapat dipastikan bahwa sebagian besar dari mereka mampu diajak berekspresi dalam sebuah drama bahasa Inggris sekaligus untuk melatih lafal mereka dan membuat mereka terbiasa dengan ucapan – ucapan dalam bahasa Inggris sehingga mereka mempunyai rasa percaya diri ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris.

Bagi sebagian siswa yang saat ini nampaknya belum mampu dapat bergabung dengan rekan – rekan mereka yang lebih mampu untuk berlatih bersama sehingga mereka tidak lagi merasa canggung untuk berbicara dalam bahasa Inggris.


Adakah kendala atau problema yang muncul dari metode ini ?

Ketika seorang guru bahasa Inggris sedang menerapkan “role play” di dalam pengajarannya, kelas yang ada dibawah kendalinya akan cukup berisik bahkan sangat ramai dan mungkin akan mengganggu kelas – kelas lain yang berdekatan dengan kelas tersebut. Maka kelas “speaking”  perlu menggunakan ruang lain yang sedikit jauh dari ruang – ruang kelas lain sehingga tidak terlalu mengganggu. Karena tidak mungkin seorang guru menyuruh para siswanya diam ketika mereka sedang berlatih berbicara.

SMK Leonardo memiliki fasilitas yang cukup untuk menerapkan metode ini. Ada sebuah aula yang cukup luas dan tidak terlalu berdekatan dengan ruang – ruang kelas yang lain sehingga dapat dimanfaatkan untuk kelas “speaking” khususnya ketika para siswa harus menampilkan sebuah drama.


Mengadakan kompetisi “drama bahasa Inggris” untuk tingkat  SLTP di SMK Leonardo ?

Ini sebuah tantangan baru bagi kita dan yang pasti ini suatu kerja keras namun suatu yang cukup menarik untuk semakin memperkenalkan SMK Leonardo di tengah masyarakat luas, sehingga masyarakat mengetahui bahwa lulusan SMK Leonardo bukan hanya terampil di bidang “Workshop Skill” tetapi juga terampil dalam berbahasa Inggris. Sekali lagi ini sebuah tantangan dan sebuah PR untuk kita. M.M. Purwanti Dyah Kusumastuti





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 35.172.195.49 : 2 ms   
SMK PANGUDI LUHUR LEONARDO
 © 2019  http://smkplleonardo.pangudiluhur.org/